Mohon tunggu...
Simarc 2 mg merupakan obat dengan kandungan warfarin sodium 2 mg yang digunakan untuk mencegah dan mengobati pembentukan bekuan darah pada berbagai kondisi medis seperti fibrilasi atrium, emboli paru, dan trombosis vena dalam. Warfarin bekerja dengan menghambat sistesis faktor-faktor pembekuan darah yang bergantung pada Vitamin K. Warfarin menghambat protein-protein di hati sehingga proses pembekuan darah dan mengurangi risiko pembentukan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah.
Profilaksis dan pengobatan trombosis vena, terapi tambahan pada pengobatan penyumbatan arteri koroner.
Dosis dewasa: Dosis permulaan: 5-10 mg sehari, selama 2 hari. Sesuaikan dosis berdasarkan hasil INR. Dosis pemeliharaan: 2-10 mg per hari. Aturan pakai: Dapat dikonsumsi saat makan atau sesudah makan.
Tidak digunakan pada pasien dengan kondisi potensial perdarahan, pembedahan segera, anestesi lumbalis, preeklamsia dan eklamsia, abortus imminens, ibu hamil. Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan ginjal atau hati.
Perdarahan, ileus paralitik, perdarahan rahim berlebih, nekrosis jaringan kulit dan lainnya.
Penurunan efek jika digunakan bersamaan dengan aminoglutethimide, barbiturat, karbamazepin, griseofulvin, fenobarbital, primidone, rifampicin dan vitamin K. Peningkatan efek jika digunakan bersamaan dengan steroid anabolik, amiodarone, antibiotik tertentu, simetidin, clofibrate, danazol, disulfiram, imidazol, antifungi, omeprazole, fenitoin, propafenone, tamoxifen dan tiroksin.
Sampaikan pada dokter atau apoteker jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi Simarc 2. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi atau efek samping yang merugikan. Penggunaan obat harus degan resep dan petunjuk dari dokter, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Penggunaan pada Kehamilan: Warfarin dikontraindikasikan untuk ibu hamil. Penggunaan pada Ibu Menyusui: Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Aritmia (juga disebut disritmia) adalah detak jantung yang tidak normal. Aritmia dapat dimulai di berbagai bagian jantung Anda dan bisa terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.
Aritmia (juga disebut disritmia) adalah detak jantung yang tidak normal. Aritmia dapat dimulai di berbagai bagian jantung Anda dan bisa terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.
Aritmia (juga disebut disritmia) adalah detak jantung yang tidak normal. Aritmia dapat dimulai di berbagai bagian jantung Anda dan bisa terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.
Gula adalah jenis karbohidrat yang menyediakan kalori (energi). Di Inggris, banyak orang mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang terlalu tinggi.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Serangan jantung - atau infark miokard - adalah kondisi medis serius yang selalu membutuhkan perawatan medis darurat. Itu terjadi ketika otot jantung kekurangan darah kaya nutrisi cukup lama untuk merusak dinding jantung yang memompa.
Serangan jantung - atau infark miokard - adalah kondisi medis serius yang selalu membutuhkan perawatan medis darurat. Itu terjadi ketika otot jantung kekurangan darah kaya nutrisi cukup lama untuk merusak dinding jantung yang memompa.
Serangan jantung - atau infark miokard - adalah kondisi medis serius yang selalu membutuhkan perawatan medis darurat. Itu terjadi ketika otot jantung kekurangan darah kaya nutrisi cukup lama untuk merusak dinding jantung yang memompa.
Gagal jantung terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah sebaik yang seharusnya. Ketika ini terjadi, darah sering mundur dan cairan dapat menumpuk di paru-paru, menyebabkan sesak napas.