Mohon tunggu...
Orang-orang “Mencuci” Darah Mereka untuk Melawan Penuaan. Apakah itu Berhasil?

Anda dapat mengganti pola makan anda atau meminum suplemen untuk harapan hidup lebih lama. Namun, maukah anda membayar ribuan dolar untuk mengganti plasma dalam tubuh anda?
Prosedur ini, dikenal sebagai terapi pertukaran plasma, sudah menjadi praktik yang sedang tren di kalangan tertentu, seperti Eksekutif Silicon Valley dan biohacker ekstrem. Namun, apakah itu benar-benar berhasil?
Sebuah studi pendahuluan kecil mempublikasikan dalam sel yang mengalami penuaan menunjukkan terapi pertukaran plasma mungkin memang memiliki manfaat anti penuaan. Namun, para ahli berkata, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Penelitian baru membantu bidang ini bergerak dari harapan menjadi janji, ucap Nir Barzilai, MD, direktur Institute for Aging Research di Albert Einstein College of Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian baru tersebut. “Bagaimana kami dapat mewujudkan janji itu? Perjalanan masih panjang untuk menjalaninya. Anda tidak melakukan apapun dalam satu penelitian.”
Apa itu Terapi Pertukaran Plasma?
Terapi pertukaran plasma adalah suatu cara “mencuci” darah untuk menghilangkan zat yang tidak diperlukan, Barzilai mengatakannya kepada Health. Prosedur ini sering diibaratkan dengan pergantian oil pada mobil anda.
Selama pertukaran plasma, dokter mengambil darah, kemudian memisahkan dan membuang plasmanya. Plasma diganti dengan baik plasma donor atau larutan alternatif, yang sering terbuat dari saline dan protein sebelum darah dikembalikan ke dalam tubuh.
Prosedur ini sudah lama digunakan untuk mengobati banyak penyakit, termasuk gangguan darah, autoimun, dan neurologis. Namun, baru-baru ini, prosedur tersebut juga memiliki daya tarik sebagai alat anti penuaan yang potensial.
“Umur panjang adalah pembicaraan yang sangat berbeda,” Zbigniew Szczepiorkowski, MD, PhD, seorang dokter spesialis transfusi di Darmouth Health mengatakan kepada Health. Dalam hal ini, terapi pertukaran plasma adalah alat yang “menarik” tetapi belum terbukti, katanya.
Mengapa Pertukaran Plasma Dianggap Memperlambat Penuaan
Seiring bertambahnya usia seseorang, protein dan zat lain terakumulasi dalam darah mereka. Secara teoritis, pertukaran plasma dapat membuang kotoran ini, sehingga seseorang memiliki darah yang “lebih muda”, dan lebih sehat yang idealnya memberikan manfaat umur panjang secara keseluruhan.
Hal tersebut bukan suatu gagasan baru. Dalam studi terkenal pada tahun 2005, para peneliti menjahit bersamaan tikus tua dan tikus muda sehingga mereka berbagi aliran darah. Dalam melakukan hal ini, “tikus tua menjadi lebih muda,” penjelasan Irina Conboy, PhD, seorang profesor bioteknologi di University of California, Berkeley, yang memimpin eksperimen tersebut dengan suaminya, Michael Conboy.
Penelitian tambahan yang dilakukan Conboys pada hewan, serta eksperimen manusia yang sangat kecil, menunjukkan bahwa “anda tidak perlu darah muda untuk peremajaan.” Terapi pertukaran plasma mungkin sudah cukup.
Sejumlah penelitian kecil yang dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan kesimpulan yang serupa. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa pertukaran plasma bermanfaat untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan penuaan seperti Alzheimer.
Apa yang Ditemukan dari Penelitian Baru?
Meskipun kecil dan baru pendahuluan, penelitian baru memberikan banyak dukungan untuk pertukaran plasma sebagai alat anti penuaan.
Empat puluh orang dewasa yang sehat, dengan rata-rata berusia 65 tahun, yang menjalani prosedur beberapa kali selama beberapa bulan. Beberapa mendapatkan cairan pengganti biasa, sedangkan yang lainnya menerima infus antibodi imun. Sepuluh orang menerima terapi palsu sebagai perbandingan.
Pasca pengobatan, para peneliti menggunakan berbagai metode untuk mengukur usia biologis peserta, memanfaatkan konsep yang sedang berkembang yang menunjukkan seseorang mungkin secara psikologis lebih tua atau lebih muda dari pada yang ditunjukkan oleh usia kronologis mereka.
“Kelompok kontrol terus menua pada tingkat normal, sedangkan pada kelompok pertukaran plasma kami melihat pembalikan penuaan,” rekan penulis studi Eric Verdin, MD, CEO dari Buck Institute for Reasearch on Aging, mengatakan kepada Health. Verdin juga seorang co-founder dari perusahaan pertukaran plasma.
Seseorang yang mendapat terapi pertukaran plasma yang dipasangkan dengan antibodi imun tampak mendapat efek yang lebih besar, memutar balik jam biologis mereka rata-rata 2,6 tahun. Mereka yang hanya mendapatkan pertukaran plasma bulanan berhasil mengurangi 1,3 tahun usia biologis mereka.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa orang-orang ini akan kembali ke usia mereka,” ucap Verdin. “Kita tidak tahu pasti apakah mereka dapat hidup lebih lama.” Namun, ia mengatakan, tanda tandanya menunjukkan ke arah yang baik.
Apakah Terapi Pertukaran Plasma Benar-benar Berhasil untuk Memperpanjang Usia?
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini kecil dan relatif singkat, juga Verdin dan beberapa kolaboratornya memiliki kepentingan finansial dalam penemuan tersebut.
Di luar itu, penelitian ini menggunakan metrik usia biologis yang masih bersifat eksperimental, karena tidak ada cara yang disetujui secara universal untuk mengukurnya.
Tergantung pada metode pengukuran yang digunakan, “Saya berusia antara 20 tahun lebih muda dari usia saya dan empat tahun lebih tua dari usia saya,” Ucap Barzilai. “itu langsung memberi tahu anda bahwa kita sebenarnya tidak tahu apa artinya.”
Para peneliti mengambil rata-rata dari beberapa pengukuran yang berbeda untuk memperhitungkan ketidakpastian ini, ucap Verdin.
Szczepiorkowski menambahkan bahwa para peserta bisa saja membuat perubahan pola hidup selama penelitian yang memengaruhi hasil. Pada titik ini, ia mengatakan bahwa menyimpulkan orang akan benar-benar hidup lebih lama berkat terapi pertukaran plasma masih merupakan “dugaan semata”.
Kesimpulannya: “Semenarik apa pun itu, penelitian ini hanya merupakan langkah pertama dalam perjalanan yang mungkin sangat, sangat panjang,” ucap Szczepiorkowski.
Haruskan Anda Mencoba Terapi Pertukaran Plasma untuk Penuaan?
Banyak data yang menunjukkan bahwa terapi pertukaran plasma merupakan pengobatan yang aman dan efektif untuk penyakit tertentu. Namun, sebagian besar ahli mengatakan masih terlalu dini untuk merekomendasikan orang sehat untuk mengeluarkan ribuan dolar per sesi dalam mendapatkan umur panjang, karena data yang ada tidak cukup untuk membuktikan terapi ini berhasil.
Bahkan Conboy dan suaminya, yang meneliti pertukaran pasma selama bertahun-tahun dan menganggap teknik ini “sangat menjanjikan” belum mencobanya pada diri mereka.
“Kami adalah salah satu penemu prosedur tersebut,” ucap Conboy, “Namun, saya selalu bilang pada orang-orang, saya tidak merekomendasikannya untuk kesehatan orang dewasa yang relatif sehat.”