Mohon tunggu...
Dispnea (Sesak Napas): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Dispepsia adalah kumpulan keluhan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di ulu hati, perut terasa penuh, cepat kenyang, kembung, mual , hingga sensasi panas seperti terbakar. Kondisi ini cukup umum terjadi dan dapat dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan tertentu, stres, penggunaan obat-obatan, maupun gangguan pada lambung dan saluran cerna lainnya. Meskipun sering dianggap sebagai masalah pencernaan ringan, dispepsia yang berlangsung terus-menerus tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan terkadang menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius.
Apa itu dispnea (sesak napas)?
Dispnea adalah kata yang digunakan penyedia layanan kesehatan untuk seseorang yang merasa sesak napas. Anda mungkin menggambarkannya sebagai tidak bisa mendapatkan cukup udara ("kelaparan udara"), sesak dada atau bekerja lebih keras untuk bernapas.
Sesak napas sering menjadi gejala masalah jantung dan paru-paru. Tetapi itu juga bisa menjadi tanda kondisi lain seperti asma, alergi atau kecemasan. Olahraga intens atau Pilek juga bisa membuat Anda merasa sesak napas.
Apa itu dispnea nokturnal paroksismal (PND) dan dispnea menghela nafas?
Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) adalah perasaan seperti Anda tidak bisa bernapas satu atau dua jam setelah tertidur. Mendesah dispnea adalah ketika Anda menghela nafas banyak setelah menarik napas dalam-dalam untuk mencoba meredakan perasaan dispnea.
Apa perbedaan antara dispnea dan sesak napas?
Dyspnea dan sesak napas sama. Dispnea adalah istilah medis untuk perasaan tidak bisa
Dispnea akut
Dispnea akut dapat datang dengan cepat dan tidak berlangsung lama (berjam-jam hingga berhari-hari). Alergi, kecemasan, olahraga, dan penyakit (seperti flu biasa atau flu) dapat menyebabkan dispnea akut. Kondisi yang lebih serius, seperti serangan jantung, penyempitan jalan napas tiba-tiba (anafilaksis) atau pembekuan darah (emboli paru) juga dapat menyebabkan dispnea akut.
Dispnea kronis
Dispnea kronis adalah sesak napas yang berlangsung lama (beberapa minggu atau lebih) atau terus kembali. Kondisi kesehatan yang sedang berlangsung seperti asma, gagal jantung dan PPOK dapat menyebabkan dispnea kronis. Tidak cukup berolahraga juga dapat membuat Anda merasa sesak napas sepanjang waktu karena otot Anda mencoba mendapatkan lebih banyak oksigen.
Siapa yang menderita dispnea?
Karena memiliki begitu banyak penyebab, sesak napas sangat umum. Tetapi Anda mungkin lebih mungkin sesak napas jika Anda tidak cukup berolahraga atau memiliki:
Apa saja tanda-tanda dispnea?
Sesak napas bisa terasa berbeda dari orang ke orang dan tergantung pada apa penyebabnya. Terkadang, itu datang dengan gejala lain.
Beberapa tanda dispnea meliputi:
Apa yang menyebabkan sesak napas (dispnea)?
Olahraga, penyakit, dan kondisi kesehatan dapat menyebabkan sesak napas. Penyebab dispnea yang paling umum adalah kondisi jantung dan paru-paru.
|
Kategori Penyebab |
Penyakit yang di derita |
|
Penyebab Paru |
|
|
Penyebab Jantung |
gagal jantung , aritmia, kardiomiopati. |
|
Penyebab Lain |
Anemia, obesitas, kecemasan, dekondisi fisik. |
Bagaimana kondisi jantung dan paru-paru menyebabkan sesak napas?
Jantung dan paru-paru Anda bekerja sama untuk membawa oksigen ke darah dan jaringan Anda dan menghilangkan karbon dioksida. Jika salah satu atau yang lain tidak bekerja dengan benar, Anda bisa berakhir dengan terlalu sedikit oksigen atau terlalu banyak karbon dioksida dalam darah Anda.
Ketika ini terjadi, tubuh Anda menyuruh Anda bernapas lebih keras untuk mendapatkan lebih banyak oksigen atau karbon dioksida. Apa pun yang membuat tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen - seperti latihan yang baik atau berada di ketinggian - juga dapat mewujudkannya.
Otak Anda juga bisa mendapatkan pesan bahwa paru-paru Anda tidak berfungsi dengan baik. Ini mungkin membuat Anda merasa seperti bekerja lebih keras untuk bernapas atau memberi Anda perasaan sesak di dada. Penyebab untuk ini meliputi:
Kondisi kesehatan apa yang menyebabkan sesak napas (dispnea)?
Penyakit jantung atau paru-paru dan kondisi lainnya dapat menyebabkan sesak napas.
Kondisi paru-paru dan jalan napas
Kondisi jantung dan darah
Kondisi lainnya
Faktor Risiko Dispnea
Perokok aktif maupun pasif, penderita penyakit jantung, penderita PPOK, asma, obesitas, usia lanjut, serta individu dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami dispnea.
Interaksi Obat dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Beberapa obat dapat memperburuk sesak napas pada sebagian pasien. Penggunaan beta-blocker tertentu, obat kemoterapi tertentu, dan beberapa obat yang memengaruhi fungsi paru perlu dievaluasi oleh dokter. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi medis.
Bagaimana saya tahu apa yang menyebabkan sesak napas saya?
Untuk mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan dispnea Anda, penyedia layanan kesehatan Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mendengarkan paru-paru Anda dengan stetoskop dan mengukur tekanan darah Anda. Mereka akan menempatkan sensor di jari Anda untuk melihat berapa banyak oksigen yang Anda miliki dalam darah Anda.
Mereka juga dapat melakukan pengujian tambahan, termasuk:
Bagaimana sesak napas (dispnea) diobati?
Bagaimana Anda mengobati sesak napas tergantung pada apa penyebabnya. Jika Anda memiliki kondisi medis yang mendasarinya, Anda harus mengatasinya agar gejala Anda membaik.
Perawatan yang dapat meningkatkan pernapasan Anda meliputi:
Bisakah dispnea disembuhkan?
Kebanyakan orang mengalami sesak napas sesekali. Anda biasanya dapat mengobati apa yang menyebabkan dispnea, tetapi mungkin kembali, terutama jika Anda memiliki kondisi yang mendasarinya.
Bagaimana cara mencegah sesak napas?
Anda dapat membantu mencegah sesak napas dengan:
Kapan saya harus menemui penyedia layanan kesehatan?
Hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami sesak napas yang parah atau jika sesak napas mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Terkadang, sesak napas adalah tanda keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera.
Jika Anda memiliki kondisi yang membuat Anda sering sesak napas, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan apakah ada perawatan tambahan untuk membantu Anda bernapas lebih baik.
Apakah dispnea mengancam jiwa?
Dispnea sendiri biasanya tidak berbahaya, tetapi terkadang, sesak napas bisa menjadi tanda kondisi yang mengancam jiwa. Pergi ke UGD terdekat jika Anda memiliki:
Cara Membantu Mengurangi Sesak Napas di Rumah
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan sesak napas, terutama jika keluhan masih ringan dan tidak disebabkan oleh kondisi darurat. Salah satu cara yang sering membantu adalah duduk dengan posisi tubuh sedikit condong ke depan sambil menopang tangan di lutut atau meja. Posisi ini dapat membantu otot pernapasan bekerja lebih efektif sehingga napas terasa lebih lega.
Teknik pernapasan juga dapat membantu mengurangi rasa sesak. Salah satunya adalah pursed-lip breathing, yaitu bernapas perlahan melalui hidung lalu menghembuskan napas secara perlahan melalui bibir yang dirapatkan seperti sedang bersiul. Teknik ini membantu memperlambat pernapasan dan membuat udara lebih mudah keluar dari paru-paru, terutama pada penderita PPOK atau asma.
Menghindari paparan asap rokok, polusi udara, debu, dan bau bahan kimia juga penting karena dapat mengiritasi saluran napas dan memperburuk sesak napas. Selain itu, menjaga berat badan ideal dapat membantu mengurangi beban kerja jantung dan paru-paru sehingga pernapasan menjadi lebih ringan.
Aktivitas sehari-hari sebaiknya diatur agar tidak terlalu berat. Beristirahat ketika mulai merasa lelah, menghindari aktivitas berlebihan, serta melakukan olahraga ringan secara rutin sesuai kemampuan dapat membantu meningkatkan kebugaran paru-paru dan jantung. Menjaga asupan cairan, tidur cukup, dan mengelola stres atau kecemasan juga dapat membantu mengurangi keluhan sesak napas pada sebagian orang.
Kapan Sesak Napas Menjadi Tanda Darurat?
Sesak napas dapat menjadi tanda kondisi medis serius yang memerlukan pertolongan segera. Segera cari bantuan medis atau pergi ke unit gawat darurat apabila sesak napas muncul secara tiba-tiba, terasa sangat berat, atau semakin memburuk dalam waktu singkat.
Sesak napas yang disertai nyeri dada, rasa tertekan di dada, atau jantung berdebar dapat menjadi tanda gangguan jantung seperti serangan jantung. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengancam nyawa.
Perubahan warna bibir, wajah, atau kuku menjadi kebiruan (sianosis) menunjukkan tubuh kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan segera. Selain itu, penurunan kesadaran, kebingungan, sulit berbicara, atau pingsan juga merupakan tanda bahaya yang harus segera diperiksakan.
Batuk darah, bunyi napas berat seperti mengi atau stridor, demam tinggi, serta pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki juga dapat menandakan adanya gangguan serius pada paru-paru atau jantung. Pada anak-anak, tanda darurat dapat berupa napas sangat cepat, tarikan dinding dada saat bernapas, atau tampak sangat lemas.
Jika sesak napas tidak membaik setelah istirahat atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.
FAQ Dispnea
Apakah sesak napas selalu berasal dari penyakit paru?
Tidak. Gangguan jantung, anemia, kecemasan, dan obesitas juga dapat menyebabkan dispnea.
Bisakah olahraga membantu dispnea?
Pada banyak kasus, program olahraga yang sesuai dapat meningkatkan kapasitas jantung dan paru
Mengapa sesak napas bisa muncul saat berbaring?
Sesak napas saat berbaring disebut ortopnea. Kondisi ini sering berhubungan dengan gagal jantung, karena cairan lebih mudah menumpuk di paru-paru ketika tubuh berada dalam posisi tidur.
Apa itu dispnea nokturnal paroksismal?
Dispnea nokturnal paroksismal adalah sesak napas yang muncul mendadak saat tidur dan membuat penderita terbangun pada malam hari. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gagal jantung atau gangguan paru tertentu.
Mengapa obesitas dapat memperburuk sesak napas?
Berat badan berlebih dapat menekan paru-paru dan membuat kerja jantung menjadi lebih berat. Hal ini menyebabkan tubuh membutuhkan usaha lebih besar untuk bernapas.
Apakah anemia bisa menyebabkan sesak napas?
Ya. Anemia membuat jumlah hemoglobin yang membawa oksigen menjadi berkurang sehingga tubuh kekurangan suplai oksigen. Akibatnya, penderita dapat mudah lelah dan merasa sesak napas, terutama saat beraktivitas.
Apa hubungan PPOK dengan dispnea?
PPOK menyebabkan saluran napas menyempit dan aliran udara terganggu. Akibatnya, penderita sering mengalami sesak napas kronis yang dapat memburuk seiring waktu.
Catatan Keapotek
Dispnea atau sesak napas bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan ringan hingga masalah kesehatan yang serius. Karena penyebabnya sangat beragam, penting untuk mengenali tanda dan gejala yang menyertainya agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Menjaga gaya hidup sehat, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta memeriksakan diri ke tenaga medis apabila sesak napas sering muncul atau semakin berat dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan jantung maupun paru-paru.
Sumber :
Dyspnea (Sesak napas): Penyebab, Gejala & Pengobatan
Dyspnea (Shortness of Breath): Causes & Treatment
Breathing and shortness of breath - Mayo Clinic Health System