Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Mar 15, 2026 | 55

Alergi

Reaksi Alergi

Apa Itu Reaksi Alergi?


Reaksi alergi terjadi ketika tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya aman. Zat-zat ini disebut alergen, dan bisa berupa serbuk sari, jamur, makanan tertentu, atau benda lain di sekitar Anda.

Sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi tubuh dari penyakit, seperti bakteri dan virus. Namun, pada reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh “salah mengenali” alergen sebagai ancaman dan mencoba melawannya. Akibatnya, muncul gejala alergi seperti bersin, gatal-gatal, ruam, atau bahkan masalah pernapasan.


Anda bisa mengalami alergi setelah:


·        Menghirup alergen, misalnya serbuk sari atau debu.

·        Makan makanan tertentu, seperti kacang atau susu.

·        Menyentuh zat yang menimbulkan reaksi, seperti lateks atau bulu hewan.


Dokter juga dapat menggunakan alergen untuk mendiagnosis alergi. Dalam beberapa kasus, alergen disuntikkan ke tubuh dalam dosis kecil sebagai bagian dari terapi alergi, untuk membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi reaksi di masa depan.

Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI), lebih dari 50 juta orang di Amerika Serikat mengalami beberapa jenis alergi.


Apa Penyebab Reaksi Alergi?


Para dokter belum sepenuhnya tahu mengapa beberapa orang mengalami alergi. Namun, alergi cenderung diturunkan dalam keluarga, artinya jika anggota keluarga dekat Anda memiliki alergi, kemungkinan Anda juga bisa mengalaminya lebih besar.

Meskipun alasan pasti mengapa alergi muncul masih belum jelas, ada beberapa zat yang sering memicu reaksi alergi. Orang yang alergi biasanya bereaksi terhadap satu atau lebih hal berikut:


·        Bulu hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing

·        Sengatan lebah atau gigitan serangga lain

·        Makanan tertentu, misalnya kacang-kacangan dan kerrang

·        Obat-obatan, seperti penisilin atau aspirin

·        Tanaman tertentu

·        Serbuk sari

·        Jamur

·        Tungau debu


Apa Saja Gejala Reaksi Alergi?


Gejala alergi bisa ringan hingga parah, dan bisa muncul pertama kali atau semakin kuat jika terpapar alergen berulang kali.


Reaksi Ringan


Gejala ringan biasanya meliputi:

·        Biduran atau bintik-bintik merah yang gatal di kulit

·        Ruam

·        Gatal-gatal

·        Hidung tersumbat atau bersin (rhinitis alergi)

·        Tenggorokan gatal

·        Mata berair atau gatal

Reaksi Parah


Reaksi lebih serius sering muncul akibat alergi terhadap makanan, sengatan serangga, atau obat-obatan, dengan gejala seperti:


·        Kram atau nyeri perutdiaremual, atau muntah

·        Nyeri atau sesak di dada, kesulitan menelan

·        Kesulitan bernapas atau mengi

·        Jantung berdebar, ketakutan, atau kecemasan

·        Pembengkakan wajah, mata, atau lidah

·        Pusing, kelemahan, atau pingsan

Anafilaksis (Reaksi Alergi Mengancam Nyawa)


Anafilaksis adalah reaksi alergi parah dan mendadak yang bisa terjadi dalam beberapa detik setelah terkena alergen. Gejalanya bisa mengancam nyawa, antara lain:


·        Pembengkakan saluran napas

·        Kesulitan atau ketidakmampuan bernapas

·        Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan parah


Bagaimana Reaksi Alergi Didiagnosis?


Reaksi alergi dapat diperiksa oleh dokter umum atau ahli alergi. Jika Anda mengalami gejala alergi, dokter akan:


·        Menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang muncul

·        Meminta Anda membuat jurnal gejala, terutama jika alergi Anda parah, untuk melacak apa yang memicu reaksi


Untuk mengetahui penyebab alergi, dokter mungkin akan melakukan tes alergi, yang umum meliputi:


1.      Tes Kulit

Tes ini dilakukan dengan menempatkan sedikit alergen pada kulit dan mengamati reaksinya. Caranya bisa berupa:

·        Uji tempel – alergen ditempelkan di permukaan kulit

·        Uji tusuk kulit – alergen dioleskan melalui tusukan kecil

·        Uji intradermal – alergen disuntikkan di bawah kulit


Tes kulit biasanya digunakan untuk mendeteksi:


·        Alergi makanan, seperti kerang atau kacang tanah

·        Alergi terhadap jamur, serbuk sari, atau bulu hewan

·        Alergi obat, misalnya penisilin

·        Alergi terhadap racun serangga, seperti sengatan lebah atau tawon

·        Dermatitis kontak alergi, yaitu ruam akibat bersentuhan dengan zat tertentu

 

2.      Tes Tantangan (Eliminasi)


Tes ini biasanya untuk alergi makanan. Anda akan menghilangkan makanan tertentu dari diet selama beberapa minggu dan kemudian mengonsumsi kembali untuk melihat apakah gejala muncul lagi.


3.      Tes Darah


Tes darah memeriksa apakah tubuh Anda menghasilkan antibodi terhadap alergen tertentu. Antibodi adalah protein yang dibuat tubuh untuk melawan zat yang dianggap berbahaya. Tes darah berguna ketika tes kulit tidak memungkinkan atau tidak memberikan hasil yang jelas.


Bagaimana Cara Mengobati Reaksi Alergi?


1.    Reaksi Alergi Ringan


Jika Anda mengalami alergi ringan dan sudah mengetahui penyebabnya, terkadang tidak perlu pergi ke dokter. Gejala ringan bisa dikendalikan dengan antihistamin yang dijual bebas, seperti difenhidramin (Benadryl), untuk mengurangi gatal, ruam, atau bersin.


2.    Reaksi Alergi Parah (Anafilaksis)


Jika reaksi alergi parah terjadi, seperti kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, atau penurunan tekanan darah, segera cari pertolongan medis darurat

Orang dengan alergi yang diketahui biasanya membawa obat darurat, seperti auto-injektor epinefrin. Epinefrin bekerja dengan cepat untuk:


·        Membuka saluran pernapasan

·        Meningkatkan tekanan darah


Jika orang tersebut tidak sadar, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah syok meliputi:


·        Baringkan mereka miring

·        Angkat kaki sedikit lebih tinggi dari tubuh

·        Tutup dengan selimut untuk menjaga kehangatan


Bisakah Anda Mencegah Reaksi Alergi?


Setelah mengetahui penyebab alergi Anda, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko reaksi alergi:


1.      Hindari allergen

Jika Anda tahu apa yang memicu alergi, sebisa mungkin jauhi zat tersebut, misalnya makanan tertentu, bulu hewan, atau serbuk sari.

2.      Segera cari perawatan medis

Jika secara tidak sengaja terpapar alergen, segera hubungi dokter atau layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan.

3.    Bawa obat darurat

Orang dengan alergi parah sebaiknya selalu membawa auto-injektor epinefrin atau obat alergi lain yang diresepkan dokter.


Tonton melalui youtube

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM


source

 

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong