Please wait...
Vaksin HPV adalah vaksin yang melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang dapat menular melalui kontak seksual.
Vaksin HPV adalah vaksin yang melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang dapat menular melalui kontak seksual. Sebagian besar infeksi HPV memang dapat hilang sendiri, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan kanker Serviks , kanker pada area kelamin, anus, dan tenggorokan, serta kutil kelamin.
Vaksin HPV merupakan cara yang aman dan efektif untuk membantu mencegah infeksi HPV dan berbagai penyakit yang ditimbulkannya. Perlindungan terbaik diperoleh jika vaksin diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV.
Gardasil adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kutil kelamin, serta beberapa jenis kanker lainnya. Vaksin ini dikembangkan oleh ilmuwan asal Australia, Ian Frazer.
Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap:
· HPV-16 dan HPV-18, yang terkait dengan sekitar 70% kasus kanker serviks, 90% kanker anus, serta berbagai kanker pada tenggorokan dan organ kelamin.
· HPV-6 dan HPV-11, yang menyebabkan sekitar 90% kasus kutil kelamin.
Berbeda dengan Gardasil-9, Gardasil tidak mencakup lima tipe HPV tambahan (HPV-31, 33, 45, 52, dan 58) yang juga dapat menyebabkan kanker serviks. Karena itu, perlindungan Gardasil terhadap kanker serviks diperkirakan mencapai sekitar 70%, sedangkan Gardasil-9 dapat memberikan perlindungan hingga sekitar 90%.
Gardasil-9
Sejak tahun 2017, Gardasil-9 menjadi vaksin HPV yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat dan menawarkan perlindungan paling luas dibandingkan vaksin HPV lainnya.
Vaksin ini melindungi tubuh dari sembilan tipe HPV, yaitu:
· HPV-16 dan HPV-18, dua tipe HPV berisiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker. Kedua tipe ini berperan dalam sekitar 70% kasus kanker serviks, 90% kanker anus, serta berbagai kanker yang dapat menyerang tenggorokan dan organ kelamin.
· HPV-31, 33, 45, 52, dan 58, yang secara bersama-sama menyebabkan sekitar 20% tambahan kasus kanker serviks.
· HPV-6 dan HPV-11, yang menyebabkan sekitar 90% kasus kutil kelamin. Meskipun tidak menyebabkan kanker, kutil kelamin dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mudah menular kepada pasangan.
Dengan cakupan perlindungan yang lebih luas, Gardasil-9 dapat membantu mencegah hingga 90% kasus kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV.
Perkembangan Penggunaan Gardasil
Pada tahun 2006, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyetujui penggunaan Gardasil untuk anak perempuan dan perempuan usia 9–26 tahun. Dua tahun kemudian, persetujuan tersebut diperluas sehingga anak laki-laki dan laki-laki pada rentang usia yang sama juga dapat menerima vaksin ini.
Keputusan tersebut diambil karena infeksi HPV tidak hanya berdampak pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis dan kanker anus pada laki-laki.
Pada tahun 2014, Gardasil versi baru bernama Gardasil 9 mulai digunakan di Amerika Serikat. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV, termasuk empat tipe yang sudah dicakup oleh Gardasil sebelumnya.
Efek Samping Gardasil dan Gardasil-9
Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan, Sakit kepala, kelelahan , DEMAM ringan, mual , dan nyeri otot. Sebagian besar efek samping bersifat ringan dan membaik dalam beberapa hari. Reaksi alergi berat sangat jarang terjadi namun memerlukan penanganan medis segera.
Interaksi dan Pertimbangan Khusus
Secara umum, vaksin HPV dapat diberikan bersamaan dengan beberapa vaksin lain sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Namun, pasien yang sedang menjalani terapi tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Rekomendasi Vaksin HPV
Vaksin HPV paling dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak dan remaja sebelum mereka terpapar virus HPV. Berikut rekomendasi pemberiannya:
1. Anak usia 11–12 tahun
Anak laki-laki dan perempuan usia 11–12 tahun dianjurkan menerima 2 dosis vaksin HPV. Vaksin sebenarnya sudah dapat diberikan mulai usia 9 tahun.
· Dosis pertama: usia 11–12 tahun (atau mulai usia 9 tahun)
· Dosis kedua: 6–12 bulan setelah dosis pertama
Jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun, maka 2 dosis biasanya sudah cukup untuk memberikan perlindungan yang optimal.
2. Anak usia 9–14 tahun
Anak usia 9–14 tahun yang menerima dua dosis vaksin dengan jarak kurang dari 5 bulan perlu mendapatkan dosis ketiga agar perlindungan vaksin tetap maksimal. Remaja dan dewasa muda usia 15–26 tahun Bagi mereka yang baru memulai vaksinasi HPV pada usia 15–26 tahun, diperlukan 3 dosis vaksin.
Jadwal pemberian umumnya:
· Dosis pertama: sesuai waktu mulai vaksinasi
· Dosis kedua: 1–2 bulan setelah dosis pertama
· Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama
Bagi remaja yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memulai vaksinasi.
3. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
Orang berusia 9–26 tahun yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk kondisi tertentu yang memengaruhi daya tahan tubuh, dianjurkan menerima 3 dosis vaksin HPV, meskipun memulai vaksinasi sebelum usia 15 tahun.
4. Dewasa usia 27–45 tahun
Vaksin HPV tidak direkomendasikan secara rutin untuk semua orang berusia di atas 26 tahun. Namun, sebagian orang dewasa usia 27–45 tahun yang belum pernah menerima vaksin HPV masih dapat mempertimbangkan vaksinasi setelah berkonsultasi dengan dokter
Vaksin HPV Penting
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di seluruh dunia. Setiap tahun, terdapat ratusan ribu kasus baru dan ratusan ribu kematian akibat penyakit ini. Vaksin HPV memberikan perlindungan terbaik jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV, yaitu pada usia 11–12 tahun. Pada awal penggunaannya, vaksin diberikan dalam tiga dosis selama enam bulan.
Berbagai uji klinis menunjukkan bahwa Gardasil sangat efektif dalam mencegah perubahan sel pada leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. Karena itu, vaksin HPV menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya.
Kontraindikasi dan Perhatian
Vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan kepada individu yang memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin atau yang mengalami reaksi alergi serius setelah dosis sebelumnya. Konsultasi dengan dokter diperlukan pada pasien dengan kondisi medis tertentu atau gangguan sistem imun.
FAQ Gardasil
Apakah vaksin HPV aman?
Ya, berbagai penelitian menunjukkan vaksin HPV memiliki profil keamanan yang sangat baik.
Apakah vaksin HPV dapat mengobati infeksi HPV yang sudah ada?
Tidak, vaksin HPV berfungsi mencegah infeksi baru dan tidak mengobati infeksi yang telah terjadi.
Bagaimana cara Kerja Vaksin HPV?
Vaksinasi HPV bekerja dengan cara mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan jenis HPV tertentu yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya. Ketika vaksin disuntikkan, tubuh mulai menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus HPV tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.
Apakah Masih Perlu Tes Pap Jika Sudah Vaksin HPV?
Ya, tetap perlu. Vaksin HPV melindungi dari sebagian besar jenis HPV penyebab kanker serviks, tetapi tidak semua jenis HPV berisiko tinggi. Karena itu, tes Pap dan/atau tes HPV tetap perlu dilakukan secara rutin untuk mendeteksi perubahan sel atau kanker serviks sejak dini, sehingga dapat ditangani lebih cepat dan efektif. Vaksin HPV tidak menggantikan skrining kanker serviks, tetapi melengkapinya.
Mengapa laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV?
HPV tidak hanya menyerang perempuan. Pada laki-laki, infeksi HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis, kanker anus, dan beberapa jenis kanker tenggorokan. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi pada laki-laki juga membantu mengurangi penyebaran virus HPV kepada pasangan.
Apakah vaksin HPV memengaruhi siklus menstruasi ?
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin HPV menyebabkan gangguan Menstruasi jangka panjang. Jika terjadi perubahan sementara setelah vaksinasi, biasanya tidak berkaitan langsung dengan vaksin.
Mengapa Sebagian Orang Memilih Tidak Vaksin HPV?
Sebagian orang memilih tidak mendapatkan vaksin HPV karena beberapa alasan, seperti kondisi alergi atau pertimbangan medis tertentu. Namun, ada juga yang menolak karena kurangnya informasi atau kesalahpahaman, misalnya menganggap vaksin HPV hanya untuk perempuan atau hanya terkait kanker serviks, padahal HPV juga dapat menyebabkan kanker pada anus, tenggorokan, penis, serta kutil kelamin pada laki-laki dan perempuan.
Sebagian orang tua juga khawatir vaksin ini dapat memengaruhi perilaku seksual anak, tetapi penelitian menunjukkan tidak ada bukti yang mendukung hal tersebut. Pada kenyataannya, vaksin HPV justru diberikan untuk melindungi sejak dini sebelum seseorang terpapar virus, sehingga dapat membantu mencegah penyakit serius di masa depan, termasuk kanker.
Catatan dari Keapotek:
Vaksin HPV adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker pada area kelamin, anus, tenggorokan, serta kutil kelamin. Perlindungan paling optimal diperoleh jika vaksin diberikan sejak usia 11–12 tahun sebelum terpapar virus , baik pada anak perempuan maupun laki-laki, dengan jadwal 2–3 dosis sesuai usia dan kondisi kesehatan. Vaksin seperti Gardasil dan Gardasil-9 memberikan perlindungan terhadap berbagai tipe HPV berisiko tinggi, sehingga sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker di masa depan. Masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan vaksinasi dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika belum mendapatkannya, karena vaksin HPV merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit serius yang berkaitan dengan HPV.
Source:
https://www.britannica.com/science/Gardasil
Bakteri, Virus, Parasit & Jamur – Perbedaan dan Cara Pencegahan
https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21613-hpv-vaccine
https://www.cdc.gov/hpv/vaccines/index.html
https://www.nkhealth.fit/vaksin-hpv-cara-kerja-efektivitas-dan-efek-sampingnya/