Mohon tunggu...
Hepatitis adalah peradangan pada hati yang bisa disebabkan oleh berbagai hal
Hepatitis adalah peradangan pada hati yang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebabnya terbagi menjadi dua kelompok utama:
· Infeksi – Disebabkan oleh virus atau parasit yang menyerang hati. Contohnya termasuk virus hepatitis A, B, dan C.
· Non-infeksi – Disebabkan oleh obat-obatan tertentu, racun, atau bahan kimia berbahaya.
Selain itu, pada beberapa orang, hepatitis bisa muncul karena reaksi autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel hati sendiri.
Hati yang sehat sangat penting untuk memproses makanan, menyaring racun, dan menyimpan energi. Oleh karena itu, menjaga hati tetap sehat dengan pola hidup sehat, vaksinasi, dan berhati-hati terhadap obat atau zat berbahaya sangat penting.
Tanda dan Gejala Hepatitis
Hepatitis virus biasanya menimbulkan kerusakan pada hati, dan gejalanya cenderung serupa, tidak tergantung pada jenis virus.
Gejala awal bisa mirip flu, seperti:
· Demam
· Kehilangan nafsu makan
· Kadang ruam atau nyeri sendi
Pada beberapa kasus, penyakit kuning (kulit dan mata menguning) dapat muncul.
Fase gejala akut biasanya berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu, sementara penyakit kuning bisa berlangsung 1–3 minggu.
Komplikasi Hepatitis
Penyebab Virus Hepatitis
Banyak virus bisa menyebabkan peradangan pada hati, misalnya:
· Sitomegalovirus
· Virus demam kuning
· Virus Epstein-Barr
· Virus herpes simpleks
· Virus campak, gondongan, dan cacar air
Namun, istilah hepatitis virus biasanya digunakan untuk virus yang memang menarget hati secara spesifik. Saat ini dikenal tujuh virus hepatitis, diberi label A, B, C, D, E, F, dan G.
Cara penularannya berbeda-beda:
Hepatitis A
Hepatitis A adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) dan paling umum terjadi di seluruh dunia. Penyakit ini biasanya bersifat akut dan tidak menimbulkan hepatitis kronis. Gejala:
· Muncul 15–45 hari setelah terpapar virus
· Beberapa orang, terutama anak-anak, mungkin tidak menunjukkan gejala
Pengobatan:
· Sebagian besar kasus tidak memerlukan pengobatan khusus selain istirahat
· Kebanyakan pasien sembuh sepenuhnya
Pencegahan:
· Jika terpapar virus, pemberian imunoglobulin dalam 2 minggu bisa membantu mencegah penyakit
· Vaksin Hepatitis A (HAV) seperti Havrix dan Vaqta direkomendasikan untuk:
Hepatitis B
Hepatitis B adalah penyakit hati serius yang bisa menjadi kronis dan merusak hati permanen. Bayi yang terinfeksi berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis.
Gejala umum:
· Kelelahan, sakit perut, mual
· Urine gelap, kulit/ mata menguning
· Muncul 40 hari–6 bulan setelah terpapar
Cara penularan:
· Darah atau jarum suntik terkontaminasi
· Hubungan seksual tanpa pengaman
· Kontak dengan darah/cairan tubuh orang terinfeksi
Siapa berisiko tinggi:
· Pengguna narkoba suntik
· Pasangan orang terinfeksi
· Petugas kesehatan tanpa vaksin
Dampak:
· 1 dari 10 penderita menjadi pembawa virus
· Risiko kanker hati meningkat 100 kali pada pembawa virus kronis
Pencegahan:
· Vaksin aman dan efektif (misal Twinrix)
· Imunoglobulin hepatitis B untuk perlindungan tambahan
Hepatitis C
Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh Hepatitis C Virus (HCV). Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1989, sebelumnya disebut sebagai hepatitis non-A, non-B. Penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi. Infeksi HCV bisa ringan atau berat, dan bisa berlangsung beberapa minggu hingga seumur hidup. Diperkirakan sekitar 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan infeksi HCV kronis.
Gejala Hepatitis C
Banyak orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, terutama pada infeksi akut (sekitar 80%). Bagi yang menunjukkan gejala, biasanya mirip flu, seperti:
· Kelelahan
· Mual dan muntah
· Kadang disertai penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
Orang yang minum alkohol berlebihan dan terinfeksi hepatitis C memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit hati kronis.
Pengobatan Hepatitis C
Pengobatan biasanya menggunakan kombinasi obat antivirus, yaitu:
· Pegylated interferon alfa
· Ribavirin
Untuk pasien dengan HCV genotipe 1, obat antivirus tambahan seperti boceprevir atau telaprevir dapat ditambahkan jika kombinasi interferon dan ribavirin kurang efektif.
Pencegahan Hepatitis C
Hingga saat ini, vaksin untuk HCV belum tersedia. Namun, infeksi dapat dicegah dengan:
· Menghindari penggunaan produk darah yang tidak aman
· Tidak berbagi jarum suntik
· Menggunakan kontrasepsi saat berhubungan seksual
· Berhati-hati saat membuat tato atau tindik badan
Hepatitis D
Hepatitis D disebabkan oleh Virus Hepatitis D (HDV), juga disebut agen delta. Virus ini hanya bisa menginfeksi orang yang juga terinfeksi Hepatitis B (HBV), karena HDV membutuhkan HBV untuk berkembang biak.
Infeksi HDV bisa terjadi:
1. Bersamaan dengan infeksi HBV
2. Pada orang yang sudah terinfeksi HBV – kondisi ini biasanya lebih serius dan dapat menyebabkan sirosis atau penyakit hati kronis.
Saat ini,
interferon alfa adalah satu-satunya pengobatan untuk hepatitis D.
Cara paling efektif mencegah hepatitis D adalah dengan mencegah infeksi HBV,
misalnya melalui vaksinasi Hepatitis B.
Hepatitis E
Hepatitis E disebabkan oleh Virus Hepatitis E (HEV), yang ditemukan pada tahun 1980-an dan mirip dengan Hepatitis A (HAV). Virus ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan hanya menimbulkan infeksi akut, artinya tidak menjadi penyakit kronis.
Meskipun begitu, infeksi HEV biasanya lebih serius daripada Hepatitis A, dengan risiko kematian lebih tinggi, terutama pada wanita hamil, yang sangat rentan terhadap gagal hati akut.
Di negara-negara berkembang seperti Meksiko, India, dan beberapa negara Afrika, HEV sering menyebabkan wabah hepatitis karena sanitasi dan kualitas air yang buruk
Hepatitis F dan G:
Hepatitis F (HFV) pertama kali dilaporkan pada tahun 1994. Virus ini ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi, meskipun kasusnya sangat jarang.
Hepatitis G (HGV) ditemukan pada tahun 1996. Virus ini menyebar melalui darah dan hubungan seksual, serta dapat menyebabkan infeksi akut maupun kronis. HGV sering menginfeksi orang yang sudah terinfeksi Hepatitis C (HCV).