Feb 17, 2026
|
242
Metformin
Metformin adalah obat untuk mengobati diabetes tipe 2. Obat ini membantu mengatur kadar gula darah dan membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif

Apa itu obat
ini?
Metformin termasuk
dalam golongan biguanid, yaitu obat antidiabetes oral lini pertama untuk terapi diabetes melitus tipe 2. Obat ini digunakan sebagai monoterapi maupun kombinasi
dengan obat antidiabetes lain atau insulin perubahan pola makan dan aktivitas
fisik. Metformin bekerja terutama dengan menurunkan kadar glukosa darah melalui
tiga mekanisme utama. Obat ini menghambat produksi glukosa di hati dengan
mengaktifkan enzim AMPK dan mengganggu respirasi mitokondria, sehingga proses
glukoneogenesis berkurang. Selain itu, metformin meningkatkan sensitivitas
insulin di jaringan perifer seperti otot dengan meningkatkan ambilan glukosa
oleh sel. Di saluran cerna, metformin juga mengurangi penyerapan glukosa dan
memengaruhi hormon inkretin, sehingga membantu kontrol gula darah tanpa
merangsang sekresi insulin dan memiliki risiko hipoglikemia yang rendah bila
digunakan sendiri.
Obat ini juga
bisa digunakan untuk tujuan lain. Tanyakan kepada dokter atau apoteker jika
Anda memiliki pertanyaan.
Apa yang
perlu saya sampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum minum obat ini?
Beritahu dokter
atau tenaga kesehatan jika Anda memiliki kondisi berikut:
- Kekurangan cairan (dehidrasi)
- Sering mengonsumsi alkohol
- Pernah mengalami ketoasidosis diabetik (DKA)
- Akan menjalani pemeriksaan CT scan
atau rontgen
- Akan menjalani operasi
- Pernah mengalami serangan jantung
- Penyakit jantung
- Infeksi
- Siklus menstruasi tidak teratur
- Penyakit ginjal
- Penyakit hati
- Kadar kalsium dalam darah rendah
- Kadar vitamin B dalam darah rendah
- Pernah mengalami stroke
- Alergi atau reaksi tidak biasa
terhadap metformin, obat lain, makanan, pewarna, atau bahan pengawet
- Sedang hamil atau merencanakan
kehamilan
- Sedang menyusui
Kapan Metformin
tidak efektif ?
- Diabetes lama atau progresif
- Hasil HbA1c lebih dari 9–10%
- Obesitas morbid
- Sindrom metabolik berat
- Kepatuhan pasien buruk
- Penggunaan dosis subterapi
Bagaimana
cara menggunakan obat ini?
- Minum obat ini melalui mulut dengan
air putih.
- Konsumsi sesuai petunjuk pada label
resep dan pada waktu yang sama setiap hari.
- Minum obat ini bersamaan dengan
makanan, sebaiknya di awal waktu makan.
- Teruskan penggunaan obat ini kecuali
dokter menyarankan untuk berhenti.
Bicarakan dengan
tenaga kesehatan mengenai penggunaan obat ini pada anak-anak. Obat ini dapat
diresepkan untuk anak usia 10 tahun ke atas pada kondisi tertentu, dengan
pengawasan khusus.
Overdosis: Jika
Anda merasa telah mengonsumsi obat ini terlalu banyak, segera hubungi pusat
pengendalian racun atau pergi ke IGD terdekat.
Catatan: Obat
ini hanya untuk Anda. Jangan membagikan obat ini kepada orang lain.
Dosis Metformin :
Melitus tipe 2
Dewasa : metformin umumnya digunakan 2–3 kali sehari untuk
sediaan lepas segera (immediate-release) dan 1 kali sehari untuk sediaan
lepas lambat (extended-release). Dosis maksimum masing-masing adalah 2.550
mg per hari (IR) dan 2.000 mg per hari (XR).
Anak (≥10 tahun) : Metformin biasanya diberikan 2 kali sehari
(sediaan lepas segera), dengan dosis maksimum sekitar 2.000 mg per hari.
Onset Kerja
Metformin
- Onset efek glikemik awal: ± 48
jam
- Efek maksimal: 1–2 minggu
penggunaan rutin
- Durasi kerja:
- Tablet biasa: 6–12 jam
- Extended-release (XR): hingga
24 jam
Bagaimana
jika saya lupa minum obat?
- Jika lupa satu dosis, minumlah
segera setelah Anda ingat.
- Jika sudah mendekati waktu dosis
berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan minum dosis berikutnya seperti
biasa.
- Jangan menggandakan dosis atau minum
dosis ekstra.
Obat apa saja
yang dapat berinteraksi dengan metformin?
Jangan minum
obat ini bersamaan dengan:
- Zat kontras tertentu yang digunakan
sebelum pemeriksaan CT scan, MRI, atau rontgen
Obat ini juga
dapat berinteraksi dengan:
- Asetazolamid
- Alkohol
- Simetidin
- Diklorfenamid
- Dolutegravir
- Ranolazin
- Topiramat
- Vandetanib
- Zonisamid
Beberapa obat
dapat memengaruhi kadar gula darah atau menutupi gejala gula darah rendah
(hipoglikemia). Bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan tentang semua
obat yang Anda konsumsi. Dokter mungkin akan menyarankan untuk lebih sering
memeriksa gula darah.
Obat-obatan yang
dapat memengaruhi kadar gula darah antara lain:
- Alkohol
- Antibiotik tertentu, seperti
ciprofloxacin, levofloxacin, sulfamethoxazole, trimethoprim
- Obat tekanan darah atau penyakit
jantung tertentu, seperti benazepril, enalapril, lisinopril, losartan, valsartan
- Obat untuk gangguan kesehatan mental
tertentu, seperti fluoxetine atau olanzapine
- Obat diuretik (pelancar kencing),
seperti hydrochlorothiazide (HCTZ)
- Hormon estrogen dan progestin
- Obat diabetes lainnya
- Obat steroid, seperti prednison atau
kortison
- Testosteron
- Hormon tiroid
Obat-obatan
yang dapat menutupi gejala gula darah rendah meliputi:
- Obat beta-blocker, seperti atenolol,
metoprolol, propranolol
- Clonidine
- Guanethidine
- Reserpine
Daftar ini
mungkin belum mencakup semua interaksi obat yang bisa terjadi. Berikan daftar
lengkap kepada dokter atau tenaga kesehatan mengenai semua obat, jamu, obat
bebas, atau suplemen yang Anda gunakan. Selain itu, beri tahu juga jika Anda
merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat terlarang, karena hal-hal tersebut
dapat berinteraksi dengan obat ini.
Apa yang
perlu saya perhatikan saat menggunakan obat ini?
- Datanglah ke dokter atau tenaga
kesehatan secara rutin untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Beri tahu
jika gejala tidak membaik atau justru memburuk.
- Selama menggunakan obat ini, Anda
mungkin perlu menjalani tes darah. Dokter akan memantau HbA1C (A1C), yaitu
pemeriksaan yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan
terakhir.
- Kenali gejala gula darah rendah
(hipoglikemia) dan cara menanganinya. Selalu bawa sumber gula cepat,
seperti permen manis keras atau tablet glukosa.
Pastikan orang di sekitar Anda tahu bahwa Anda bisa tersedak jika makan
atau minum saat gula darah terlalu rendah dan Anda tidak bisa menolong
diri sendiri. Segera cari bantuan medis bila diperlukan.
- Beri tahu dokter jika Anda mengalami
gula darah tinggi. Dosis obat mungkin perlu diubah jika tubuh Anda sedang
mengalami stres, seperti: demam, infeksi dan operasi.
- Gunakan gelang atau kalung identitas
medis, dan bawalah kartu yang menjelaskan kondisi kesehatan Anda.
Cantumkan juga daftar obat dan dosis yang Anda konsumsi.
- Pastikan Anda cukup minum air saat
menggunakan obat ini. Minumlah air secara teratur. Konsumsi buah dan sayur
yang banyak mengandung air.
Minum lebih banyak air saat cuaca panas atau saat Anda aktif.
Segera hubungi tenaga kesehatan jika Anda mengalami demam, infeksi,
muntah, diare, atau berkeringat berlebihan, karena kehilangan terlalu
banyak cairan tubuh dapat membuat penggunaan obat ini menjadi berbahaya.
- Beri tahu dokter atau tenaga
kesehatan bahwa Anda sedang menggunakan obat ini sebelum menjalani operasi
atau pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau rontgen.
Anda mungkin perlu menghentikan obat ini sementara sebelum dan sesudah
tindakan tersebut. Dokter akan memberi tahu kapan harus berhenti dan kapan
mulai minum lagi.
- Pastikan asupan vitamin B12 Anda
cukup selama menggunakan obat ini. Diskusikan makanan dan suplemen yang
Anda konsumsi dengan dokter.
- Obat ini dapat menyebabkan ovulasi,
sehingga meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan. Bicarakan dengan
dokter mengenai alat kontrasepsi yang sesuai.
Segera hubungi dokter jika Anda merasa mungkin sedang hamil.
Efek samping
apa yang mungkin terjadi?
Efek samping
yang harus segera dilaporkan ke dokter atau tenaga kesehatan:
- Reaksi alergi: ruam kulit, gatal,
biduran, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Kadar asam laktat tinggi: nyeri atau
kram otot, sakit perut, sesak napas, rasa tidak enak badan, dan kelelahan
berat
- Kadar vitamin B12 rendah: nyeri,
kesemutan, atau mati rasa pada tangan atau kaki, otot lemah, pusing,
bingung, dan sulit berkonsentrasi
Efek samping
yang biasanya ringan dan tidak memerlukan penanganan medis (laporkan jika
berlanjut atau mengganggu):
- Diare
- Perut kembung
- Sakit kepala
- Rasa logam di mulut
- Mual
Daftar ini
mungkin tidak mencakup semua efek samping yang bisa terjadi. Hubungi dokter
untuk mendapatkan saran medis terkait efek samping.
Monitoring Terapi
Pemantauan terapi metformin perlu dilakukan secara berkala untuk
memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Beberapa aspek yang perlu
diperhatikan meliputi:
- Kontrol glikemik
Evaluasi efektivitas terapi dilakukan
melalui pemeriksaan HbA1c setiap 3 bulan hingga target tercapai.
Pemeriksaan gula darah puasa dan postprandial juga dapat digunakan sebagai
pemantauan tambahan, terutama pada awal terapi atau saat penyesuaian
dosis. - Fungsi ginjal
Pemeriksaan fungsi ginjal (eGFR) perlu
dilakukan sebelum memulai terapi dan dipantau minimal satu kali per tahun.
Pada pasien lanjut usia atau dengan risiko gangguan ginjal, pemantauan
dianjurkan lebih sering untuk mencegah akumulasi obat. - Kadar vitamin B12
Penggunaan metformin jangka panjang dapat
menurunkan kadar vitamin B12, sehingga evaluasi kadar vitamin B12 secara
berkala dianjurkan, terutama pada pasien dengan anemia atau neuropati. - Pemantauan efek samping
Evaluasi toleransi gastrointestinal seperti
mual, diare, atau perut kembung perlu dilakukan, terutama pada awal
penggunaan. Selain itu, penting untuk mewaspadai tanda-tanda asidosis
laktat, meskipun jarang terjadi. - Pemantauan klinis umum
Penilaian kepatuhan pasien, pola makan,
aktivitas fisik, dan penggunaan obat lain perlu dilakukan secara berkala
untuk mendukung keberhasilan terapi.
Pemantauan yang terstruktur akan membantu mengoptimalkan manfaat
terapi metformin sekaligus meminimalkan risiko efek samping jangka panjang.
Di mana saya
harus menyimpan obat ini?
- Simpan obat ini di tempat yang tidak
dapat dijangkau oleh anak-anak dan hewan peliharaan.
- Simpan pada suhu ruangan, antara
20–25°C.
- Buang obat yang sudah kedaluwarsa
atau tidak terpakai lagi.
Cara membuang
obat yang tidak terpakai atau sudah kedaluwarsa:
- Kembalikan ke program pengembalian
obat (take-back program)
Tanyakan kepada apotek atau pihak berwenang setempat untuk mengetahui
lokasi pengembalian obat.
- Jika tidak bisa dikembalikan:
- Periksa label atau brosur obat
untuk mengetahui apakah obat boleh dibuang ke tempat sampah atau disiram
ke toilet.
- Jika ragu, tanyakan kepada dokter,
apoteker, atau tenaga kesehatan.
- Jika aman untuk dibuang ke tempat
sampah:
- Keluarkan obat dari kemasannya.
- Campurkan dengan bahan yang tidak
menarik, seperti pasir kucing, tanah, atau ampas kopi.
- Masukkan campuran tersebut ke
dalam kantong atau wadah tertutup.
- Buang ke tempat sampah.
Ringkasan
Metformin adalah obat lini pertama untuk diabetes tipe 2 yang
bekerja dengan menurunkan produksi glukosa hati, meningkatkan sensitivitas
insulin, dan mengurangi penyerapan glukosa usus. Obat ini memiliki risiko
hipoglikemia rendah, namun memerlukan pemantauan fungsi ginjal, HbA1c, dan
kadar vitamin B12. Efektivitasnya dapat menurun pada diabetes lanjut atau bila
kepatuhan terapi rendah. Metformin tersedia dalam berbagai merek generik dan
paten di Indonesia.
Disclaimer
Informasi ini bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak
menggantikan konsultasi dengan dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan
profesional. Penggunaan metformin harus berdasarkan resep dan pengawasan medis,
terutama pada pasien dengan penyakit ginjal, hati, atau kondisi medis lainnya.
Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa saran tenaga
kesehatan.
Nama dagang : Glucophage ® , Glucophage XR ®, Diaformin XR ®, Forbetes ® , Glumin
XR ®, Gludepatic ®, Nevor XR ®, Eraphage ®, Glikos ®, Diafac XR ®.