Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 24, 2026 | 892

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Gagal Ginjal?

Langkah Sederhana Cegah Gagal Ginjal

Gagal ginjal, atau penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kerusakan ginjal yang tidak dapat dipulihkan yang menyebabkan hilangnya fungsi ginjal. Ginjal anda membantu membuang racun bersama dengan kelebihan cairan dan mineral dari darah anda. Saat ginjal anda tidak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan komplikasi. 

Anda dinyatakan menderita gagal ginjal saat fungsi ginjal anda kurang dari 15% dari tingkat normalnya. Beberapa kasus gagal ginjal mungkin terjadi secara tiba-tiba, seperti dari infeksi atau kerusakan, dan mungkin tidak dapat dicegah. 

Sebagian besar gagal ginjal merupakan stadium akhir dari penyakit ginjal kronis (CKD, saat ginjal yang rusak tidak dapat menyaring darah dengan baik) disebabkan oleh kondisi kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada kasus tersebut, perkembangan gagal ginjal mungkin dapat dicegah, atau paling tidak diperlambat. 




Siapa yang Paling Berisiko? 

Gagal ginjal sering terjadi karena memburuknya penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal dapat terjadi pada orang dari berbagai usia, namun awal munculnya penyakit tersebut lebih sering terjadi pada orang dengan usia 65 tahun atau lebih tua. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anda terkena gagal ginjal adalah: 

          · Diabetes: Kondisi ini adalah salah satu penyebab paling umum dari gagal ginjal, yang menyebabkan hingga sekitar 47% kasus gagal ginjal di Amerika Serikat.
          · Tekanan darah tinggi: Hipertensi merupakan penyebab gagal ginjal paling umum kedua, yang menyebabkan sekitar 27% kasus di Amerika Serikat.
          · Etnis: Gagal ginjal lebih umum terjadi pada kelompok etnis tertentu, termasuk orang Amerika berkulit hitam, orang Hispanik, orang Afro-Karibia, dan orang Asia.
          · Riwayat Keluarga: Memiliki orang tua biologis dan saudara kandung yang menderita gagal ginjal dapat meningkatkan risiko anda menderitanya juga.
          · Obesitas: Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko anda terkena penyakit ginjal yang dapat berkembang menjadi gagal ginjal. 
          · Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko anda terkena penyakit ginjal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.
          · Penyakit jantung: Penyakit jantung dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal karena penurunan aliran darah ke ginjal.
          · Konsumsi alkohol: Meminum alkohol berlebih secara rutin dapat meningkatkan risiko dua kali lipat terkena penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
          · Infeksi: Infeksi dapat merusak ginjal secara langsung, seperti sepsis atau pyelonephritis akut (infeksi bakteri pada ginjal), dapat menyebabkan gagal ginjal. 
          · Obat-obatan: Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat-obatan tekanan darah tertentu, atau obat-obatan kanker dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. 

Genetik 

Anda mungkin berisiko tinggi terkena gagal ginjal jika orang tua atau saudara kandung anda menderita gagal ginjal. Penelitian menunjukkan bahwa variasi pada gen tertentu dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena penyakit ginjal. 

Dua gen umum yang termasuk dalam kategori tersebut adalah gen myosin heavy chain 9 (MYH9) dan Apolipoprotein L1 (APOL1) yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal, terutama di komunitas orang berkulit non-putih. 

Beberapa gen yang dikaitkan dengan penyakit dan gagal ginjal mungkin termasuk:
          · Glutathione peroxidase 1 (GPX1)
          · Glutathione S-transferase omega class 1,2 (GSTO1, GSTO2)
          · Excision repair cross-complimentary group 2 (ERCC2) 
          · Matrix Gla protein (MGP)
          · ransforming growth factor beta 1 (TGFB1)
          · Superoxide dismutase type 1, 2 (SOD1, SOD2) 

Tidak semua orang dengan gen tersebut atau variasi gen ini akan mengalami gagal ginjal, dan orang masih dapat mengalami gagal ginjal bahkan tanpa variasi gen tersebut. 

Bagaimana Cara Mengurangi Risikonya? 

Cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena gagal ginjal adalah mengambil langkah untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis sejak awal. 

Jika anda sudah menderita CKD, anda dapat mengurangi risiko anda untuk terkena gagal ginjal. Ada beberapa pendekatan pengobatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga fungsi ginjal selama mungkin. Pemantauan rutin juga dapat membantu memberikan panduan perawatan sehingga anda tahu bahwa anda telah melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mencegah perkembangan menuju gagal ginjal.

          1. Pemeriksaan 
Jika anda menderita CKD, pemeriksaan rutin fungsi ginjal merupakan kunci untuk mengetahui seberapa sehat ginjal anda. Hasilnya dapat membantu dokter anda menentukan apakah pengobatan terkini berhasil atau apakah hal lain dibutuhkan untuk mencegah perkembangan menuju gagal ginjal. Penyedia layanan kesehatan anda mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ginjal paling tidak sekali dalam satu tahun. 

Tes Perkiraan Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR) 

Perkiraan laju filtrasi glomerulus merupakan tes darah yang membantu mengukur seberapa baik ginjal anda berfungsi. Tes darah ini mendeteksi kadar kreatinin di dalam darah anda. Kreatinin merupakan produk sisa dalam tubuh yang dikeluarkan oleh ginjal melalui urin. Kreatinin yang menumpuk dalam tubuh menandakan ginjal tidak bekerja dengan baik. 

Rentang normal dari eGFR adalah 60-89. eGFR yang lebih kecil dari 60 selama 3 bulan atau lebih dapat mengindikasikan ginjal anda tidak bekerja dengan baik. Pada beberapa kasus, anda mungkin mengalami penyakit ginjal bahkan jika anda memiliki nilai eGFR yang normal. 

Tes Urin Albumin-To-Creatinine Ratio (UACR) 

Selama tes UACR, penyedia layanan kesehatan anda akan mengumpulkan sampel urin. Sampel akan diukur kadar albuminnya, yang merupakan suatu protein. Jika protein tersebut ada dalam sampel, itu dapat menjadi pertanda kerusakan ginjal. 

          2. Obat-obatan 
Penyedia layanan kesehatan anda mungkin merekomendasikan satu atau lebih obat-obatan berdasarkan penyebab yang mendasari CKD. Obat-obatan tersebut dapat membantu mengelola penyebab yang mendasarinya untuk mencegah kerusakan ginjal. 

Jika diabetes tipe 2 menyebabkan penyakit ginjal kronis, anda mungkin akan diresepkan obat-obatan berikut ini: 
          · Metformin: Dijual dengan merek seperti Fortamet dan Glumetza, obat diabetes tipe 2 yang terkenal ini merupakan pil oral yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Sehingga kerusakan ginjal dapat diperlambat atau dicegah. 
          · Kerendia (finerenone): Tablet oral ini digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 dan CKD. Obat ini dikonsumsi untuk menurunkan risiko penurunan fungsi ginjal.
          · Agonis reseptor Glucagon-like Peptide-1 (GLP-1 RA): Obat ini membantu mengatasi diabetes yang dapat mencegah penyakit dan gagal ginjal.
          · Penghambat Sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT-2): Obat-obatan ini membantu menurunkan gula darah yang tinggi bagi orang dengan diabetes tipe 2, yang merupakan faktor risiko umum dari CKD atau gagal ginjal. 

Jika diabetes tipe 1 merupakan penyebab penyakit ginjal anda, insulin (hormon yang membantu mengendalikan gula darah) dapat membantu mengontrol gula darah anda dan mencegah kerusakan ginjal. 

Jika tekanan darah tinggi menyebabkan penyakit ginjal anda, obat-obatan berikut ini mungkin dapat membantu:
          · Diuretik: Disebut sebagai pil air, obat-obatan ini membantu ginjal mengeluarkan kelebihan garam dan air dari tubuh anda dengan meningkatkan produksi urin.
          · Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor: Obat ini membantu menurunkan tekanan darah dan dapat mencegah kerusakan ginjal.
          · Angiotensin receptor blocker (ARB): Obat-obatan ini juga menurunkan tekanan darah namun digunakan pada orang yang tidak dapat mengonsumsi ACE inhibitor karena efek sampingnya.
          · Beta-blocker: Obat-obatan ini menurunkan tekanan darah dengan menghambat efek dari adrenalin, membantu memperlambat detak jantung anda.

          3. Kebiasan Gaya Hidup 

Perubahan gaya hidup tertentu dapat mencegah gagal ginjal, meliputi hal-hal berikut:
          · Hindari atau batasi konsumsi alkohol 
          · Makan makanan dengan gizi yang seimbang
          · Hindari merokok
          · Melakukan aktivitas fisik secara teratur (paling tidak 30 menit per hari) 
          · Pertahankan berat badan yang telah anda dan penyedia layanan kesehatan anda tetapkan sebagai yang paling optimal untuk anda. 
          · Tidur yang cukup 
          · Kelola stres
          · Kunjungi penyedia layanan kesehatan anda pada selang waktu yang teratur untuk memantau fungsi ginjal anda. 

Kebiasaan gaya hidup tersebut tidak hanya dapat membantu meningkatkan kesehatan ginjal anda secara langsung, tetapi juga dapat membantu anda mengelola kondisi yang mungkin menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes atau hipertensi. 

Diskusikan dengan Penyedia Layanan Kesehatan 

Gejala CKD sering kali tidak terlihat hingga stadium yang lebih lanjut. Jika anda mulai mengalami gejala apa pun dari penyakit ginjal stadium lanjut, hubungi penyedia layanan kesehatan anda. Penanganan cepat dapat memperlambat perkembangan menuju gagal ginjal. 

Gejala penyakit ginjal yang harus anda perhatikan meliputi: 
          · Mual
          · Muntah 
          · Kehilangan nafsu makan
          · Kram otot 
          · Pembengkakan pergelangan kaki dan kaki
          · Kelelahan
          · Gangguan tidur 

Penyedia layanan kesehatan anda dapat merekomendasikan berbagai jenis tes, seperti tes darah dan tes urin, untuk menilai seberapa parah kerusakan ginjal anda. Dengan diagnosis yang tepat, mereka dapat menentukan pengobatan yang sesuai yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal anda dan menurunkan risiko anda terkena gagal ginjal.

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong