Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 22, 2026 | 905

Kacamata Anti Cahaya Biru Benar-benar bermanfaat?

Apakah Kacamata Anti Cahaya Biru Benar-benar berfungsi? Penelitian Terkini Menunjukkan Sedikit Manfaat untuk Kesehatan Mata

Sebuah penelitian baru menunjukkan, kacamata anti cahaya biru mungkin tidak benar-benar memberikan banyak manfaat bagi mata anda. 

Kacamata anti cahaya biru menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, dan telah disebut-sebut dapat melindungi mata terhadap cahaya biru yang dipancarkan dari layar komputer, telepon selular, dan lainnya. Namun, analisis terbaru dari 17 percobaan acak terkendali menunjukkan bahwa kacamata yang tampak melindungi mungkin tidak bermanfaat seperti yang diharapkan. 

Penelitian baru, yang dipublikasikan dalam jurnal Cochrane Database of Systemic Reviews, menunjukkan bahwa kacamata yang dijual untuk menyaring cahaya biru mungkin tidak mengurangi ketegangan mata atau meningkatkan kualitas tidur. 

“Terdapat bukti dengan kepastian rendah yang menunjukkan bahwa mungkin tidak ada keuntungan dari penggunaan lensa kacamata penyaring cahaya biru untuk mengurangi ketegangan mata dibandingkan dengan lensa standar yang tidak menyaring cahaya biru,” Laura Downie, Boptom, PhD, FACO, FAAO, pemimpin penelitian dan seorang profesor asosiasi di Departement of Optometry and Vision Science di Universitas of Melbourne mengatakan kepada Health. 

“Kesimpulan ini diambil berdasarkan temuan konsisten dari tiga percobaan klinis yang mempelajari efek pada ketegangan mata dalam jangka waktu mulai dari dua jam hingga lima hari”. Katanya 



Mengapa Efektivitas Kacamata Anti Cahaya Biru Dipertanyakan? 

Downie dan timnya menyatukan dan mengevaluasi bukti klinis yang relevan, untuk memperjelas apakah menggunakan lensa penyaring cahaya biru memiliki manfaat dibandingkan lensa bening tanpa penyaring cahaya biru. 

“Dalam hal dasar pemikiran yang diajukan untuk lensa penyaring cahaya biru, cahaya biru yang dipancarkan dari layar komputer telah diduga sebagai salah satu penyebab ketegangan mata”. Ucap Downie. “Namun, hal ini masih kontroversial.” 

Downie menjelaskan bahwa jumlah pancaran cahaya biru dari sumber cahaya modern seperti layar komputer, masih berada dalam batas yang aman dan tidak menimbulkan risiko yang signifikan pada kesehatan mata. 

“Tidak ada bukti pendukung yang jelas, serta tidak ada bukti mekanisme biologis yang kuat tentang melalui apa cahaya biru menyebabkan ketegangan mata secara langsung,” Ucapnya. 

Downie juga mencatat bahwa tidak pasti apakah menggunakan lensa penyaring cahaya biru sebelum waktu tidur dapat meningkatkan kualitas tidur. “dan, tidak ada kesimpulan yang menggambarkan tentang efek yang memungkinkan dari lensa penyaring cahaya biru pada beberapa tindakan kesehatan mata dan penglihatan.” 

Dia mencatat bahwa tidak ada penelitian dalam tinjauan tersebut yang menyelidiki efek dari kacamata anti cahaya biru pada hal-hal berikut:
          · Sensitivitas kontras: Kemampuan seseorang untuk mendeteksi perbedaan bayangan dan pola. 
          · Perbedaan warna: Kapasitas untuk membedakan warna yang berbeda
          · Silau yang menyebabkan ketidaknyamanan: Tingkat ketidaknyamanan mata terhadap cahaya terang.
          · Kesehatan makula: Efek terhadap kesehatan bagian belakang mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan mata sentral. 

Para peneliti meninjau penelitian yang bervariasi dalam ukuran dan durasinya dan melibatkan lebih dari 600 partisipan. Menurut penulis studi, diperlukan penelitian lebih lanjut dan tindak lanjut yang lebih lama pada populasi yang lebih beragam. 

“Pemahaman kita tentang keamanan dan kemanjuran intervensi, seperti lensa penyaring cahaya biru, akan berkembang seiring dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan,” Ucap Downie. “Penting untuk meninjau kembali bukti-buktinya dalam beberapa tahun untuk melihat apakah penelitian baru ini mengubah pemahaman kita saat ini.” 

Bagaimana Cahaya Biru Berdampak pada Kesehatan Mata dan Kualitas Tidur 

Menurut Downie, cahaya biru adalah bagian dari spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang yang relatif lebih pendek dan energi yang lebih tinggi dari pada cahaya tampak lainnya. 

“Cahaya matahari adalah sumber utama alami dari cahaya biru,” Ucapnya. “Sumber cahaya buatan juga memberikan jumlah cahaya biru yang bervariasi, meskipun jauh lebih rendah dari cahaya matahari.” 

Dia menjelaskan bahwa di dunia yang modern, orang sering terpapar cahaya buatan, dari sumber seperti lampu LED, layar komputer, dan perangkat digital lainnya. Untuk alasan ini, efek potensial dari cahaya biru pada mata kita membangkitkan rasa khawatir dan penasaran, terutama bila menyangkut kerusakan retina, ucap Inna Lazar, OD, seorang dokter mata yang berbasis di Connecticut dengan Greenwich Eye Care. 

Namun, komunitas ilmiah belum mencapai kesepakatan bahwa cahaya biru dari layar betul-betul dapat menyebabkan kerusakan retina pada manusia. The American Academy of Ophthalmology menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa cahaya biru dari alat elektronik yang betul-betul merusak mata anda. 

Namun, American Macular Degeneration Foundation mengatakan bahwa cahaya UV dan cahaya biru dapat berperan dalam kerusakan retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula yang terkait dengan usia. 

“Perbincangan mengenai potensi bahaya cahaya biru meluas hingga situasi-situasi tertentu seperti menatap matahari secara langsung atau menatap sumber cahaya intensitas tinggi tanpa perlindungan yang memadai, paparan yang jelas-jelas berbahaya tetapi tidak sama dengan penggunaan layar sehari-hari,” Ucap Lazar. 

Ia menunjukkan bahwa beristirahat dari layar secara teratur dapat meringankan masalah yang lebih mendesak yang terkait dengan cahaya biru seperti mata kering. Hal ini juga perlu diperhatikan bahwa cahaya biru dapat memengaruhi kewaspadaan, suasana hati, produksi hormon, dan siklus tidur, ucap Lazar. 

“Paparan cahaya biru, terutama sebelum tidur, dapat menekan produki melatonin, hormon yang penting untuk tidur, menyebabkan kesulitan tidur.” Ia menjelaskan bahwa dengan mengganggu ritme sirkadian alami tubuh, cahaya biru menunda waktu tidur serta mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan. 

Dengan demikian, Lazar tidak yakin cahaya biru benar-benar menyebabkan kerusakan serius dan tidak dapat dipulihkan pada kesehatan mata. 

“Meskipun dampak jangka panjang dari cahaya biru terhadap kesehatan mata kita masih menjadi subjek penelitian yang sedang berlangsung, pemahaman saat ini condong pada gagasan bahwa penggunaan perangkat digital pada umumnya tidak menyebabkan bahaya yang serius pada mata kita,” ucapnya. 

Kacamata Anti Cahaya Biru Adalah Jawaban untuk Ketegangan Mata 

Karena besarnya paparan cahaya biru yang kami alami setiap hari, orang mulai berspekulasi pada bagaimana paparan ini dapat berdampak pada kesehatan mata, serta kesehatan dan kesejahteraan secara umum. 

Namun, Downie menjelaskan bahwa kekhawatiran mengenai potensi cahaya biru yang dapat membahayakan mata sebagian besar berdasarkan hasil penelitian pada hewan dan percobaan kultur sel di laboratorium yang melaporkan bahwa paparan cahaya tampak gelombang pendek dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan fototoksisitas retina. 

“Namun, hubungan langsung antara paparan cahaya biru lingkungan dan fototoksisitas retina pada manusia saat ini belum terbukti,” ucap Downie, “dan apakah temuan dari penelitian hewan dan laboratorium dapat diterapkan pada manusia masih dipertanyakan.” 

Meski begitu, tim pemasaran masih memanfaatkan kekhawatiran yang meningkat mengenai bagaimana cahaya biru dapat berdampak pada mata dan tidur kita, yang mengakibatkan peningkatan jumlah orang yang menginginkan produk ini, ucap Lazar. “Bukti ilmiah, kepercayaan tentang efek negatif cahaya biru, dan beberapa dokter yang merekomendasikannya untuk berjaga-jaga semakin meningkatkan popularitas dari kacamata cahaya biru.” 

Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Ketegangan Mata? 

Lazar mengatakan masalah terbesar dari penggunaan layar jangka panjang adalah dapat menyebabkan gejala mata kering dan penyakit mata kering karena kurangnya kedipan. 

“Penting untuk diingat untuk mengambil waktu istirahat secara berkala saat berada di depan layar, sesuaikan tingkat kecerahan layar dengan tingkat kecerahan pada ruangan, dan pastikan juga layar berada sedikit dibawah garis mata dan bukan di atasnya,” ucapnya. “dan jangan pernah lupa mengenakan kacamata hitam.” 

Mengenai kacamata anti cahaya biru yang ada di atas meja kantor anda atau kepala anda, anda tidak perlu menyingkirkannya, terutama jika anda senang memakainya. 

“saya memiliki pasien yang bekerja dengan komputer hingga larut malam dan melaporkan perbaikan tidur saat mereka menggunakan kacamata anti cahaya biru mereka,” ucap Lazar. “Selain itu, mereka terlihat keren jika mengikuti tren.” 

Dengan demikian, jika anda mengalami ketegangan mata, jangan hanya mengandalkan kacamata anti cahaya biru untuk meringankan gejala anda. Temui dokter mata untuk pemeriksaan kesehatan mata menyeluruh, dan bagaimana penglihatan anda berfungsi. Kondisi mata yang mendasarinya seperti masalah penglihatan dan penyakit mata kering dapat dikaitkan dengan ketegangan mata, ucap Downie. Sementara itu, cobalah untuk tidak terlalu khawatir tentang cahaya biru. 

“Jika anda merasa bahwa kacamata anti cahaya biru membantu anda, tetaplah untuk menggunakannya; jika tidak, maka jangan khawatir,” ucap Lazar. “Anda selalu dapat menyesuaikan layar di malam hari untuk menghilangkan cahaya biru jika anda tidak ingin berinvestasi pada kacamata.”

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong