Mohon tunggu...
Nyamuk adalah serangga terbang umum yang hidup di sebagian besar wilayah dunia. Nyamuk betina menggigit manusia untuk mendapatkan protein dalam darah manusia yang digunakan dalam memproduksi telur

Jika anda adalah magnet nyamuk, ini disebabkan karena anda memiliki lebih banyak hal yang menarik nyamuk. Penelitian menunjukkan bahwa 20% orang sangat tidak tahan terhadap hama ini.
Nyamuk mungkin menggigit ada untuk berbagai alasan, termasuk golongan darah, baju, bau badan, dan bakteri yang hidup di kulit anda.
1. Golongan Darah
Nyamuk menganggap beberapa golongan darah lebih menarik dibandingkan yang lainnya. Meskipun sebagian besar nyamuk lebih menyukai golongan darah O, para peneliti menemukan preferensi mereka bervariasi berdasarkan spesies:
· Tipe O: Nyamuk macan asia, atau Aedes albopictus, lebih menyukai golongan darah ini.
· Tipe AB: Golongan darah ini menarik nyamuk rawa, atau Anopheles gambiae.
Selain itu, sekitar 80% orang memproduksi cairan sekresi melalui kulit yang menandakan golongan darah mereka. Nyamuk mungkin menggigit orang ini lebih dari yang lain tanpa memedulikan golongan darahnya.
Gigitan nyamuk hanya berasal dari nyamuk betina yang bergantung pada protein dalam darah manusia untuk produksi telur. Nyamuk jantan bertahan hidup dengan nektar sebagai makanan.
2. Karbon Dioksida
Nyamuk dapat merasakan karbon dioksida dari jarak jauh. Semakin sering anda menghembuskan napas, anda menjadi semakin menarik. Anda mungkin lebih sering digigit nyamuk ketika berolahraga karena anda menghembuskan lebih banyak karbon dioksida saat beraktivitas.
Ketertarikannya terhadap karbon dioksida dapat menjelaskan mengapa nyamuk cenderung berdengung disekitar kepala anda. Konsentrasi karbon monoksida tertinggi berada di dekat hidung dan mulut anda.
3. Panas Tubuh
Nyamuk betina mendeteksi panas tubuh dan menggunakannya untuk menyasar tubuh anda. Nyamuk betina (tetapi tidak untuk jantan) dapat membedakan sumber panas dan mengincar tubuh yang paling hangat, terlepas dari ukuran tubuh.
Berdasarkan hal itu, anda dapat menarik lebih banyak nyamuk saat suhu tubuh anda meningkat, seperti saat anda berada di luar ruangan pada hari yang panas dan saat berolahraga.

4. Bau Badan
Nyamuk menggunakan sensor pada antena nya untuk mendeteksi bau. Jika menyangkut tubuh anda, ada lebih dari 1 jenis bau yang membuat anda menjadi magnet nyamuk:
a. Keringat
Keringat mengandung asam laktat, amonia, dan dua aroma yang menarik nyamuk. Selain itu, keringat memiliki bau yang unik bagi anda tergantung pada bakteri di kulit anda.
b. Bakteri
Kulit anda secara alami dipenuhi oleh kehidupan mikroskopik. Bakteri ini membuat aroma yang berbeda ketika bercampur dangen keringat.
Penelitian membuktikan bahwa jenis dan jumlah bakteri pada kulit manusia dapat memengaruhi seberapa sering mereka digigit nyamuk.
Pada sebuah penelitian, para peneliti membagi peserta ke dalam kelompok yang sangat menarik bagi nyamuk dan yang tidak menarik bagi nyamuk. Kelompok pertama memiliki komunitas mikroba yang lebih besar, tetapi kurang beragam dibandingkan dengan yang tidak begitu menarik bagi nyamuk.
Setiap orang memiliki campuran yang berbeda dari bakteri kulit yang memproduksi bau khas. Selain itu, bakteri yang sama dapat menghasilkan bau yang berbeda, tergatung pada orang nya. Akibatnya, beberapa orang lebih sering digigit nyamuk dari yang lain.
c. Asam karboksilat
Nyamuk juga lebih menyukai orang dengan jauh lebih banyak asam karboksilat (asam lemak) pada kulit mereka. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang lebih menarik bagi nyamuk memiliki konsentrasi asam karboksilat yang lebih tinggi.
Asam karboksilat sendiri menarik nyamuk, tetapi efeknya akan lebih kuat jika bercampur dengan keringat. Perbandingan setiap komponen campuran asam karboksilat, asam laktat, dan amonia pada setiap orang, menghasilkan bau yang berbeda yang dideteksi oleh nyamuk.

5. Kehamilan
Ternyata kehamilan dapat menarik beberapa spesies nyamuk. Belum ada banyak penelitian tentang ini, tetapi penelitian di Afrika pada tahun 2000 menemukan bahwa dua kali lebih banyak nyamuk lebih tertarik pada orang hamil dibandingkan orang yang tidak hamil.
Para ahli meyakini ini dapat terjadi untuk beberapa alasan, termasuk:
· Karbon dioksida: Orang pada akhir kehamilan menghembuskan napas 21% lebih banyak dari orang yang tidak hamil
· Panas: Tubuh orang hamil sekitar 1 derajat lebih hangat dibandingkan teman sebaya mereka yang tidak hamil.
6. Bir
Nyamuk juga tampaknya lebih menyukai bir. Dalam sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa lebih banyak nyamuk terbang ke arah peserta penelitian yang meminum satu liter bir dibandingkan dengan yang meminum satu liter air.
Namun, alasan peningkatan ini masih belum jelas. Baik penghembusan karbon dioksida maupun suhu kulit tidak menunjukkan korelasi apa pun dengan konsumsi alkohol dan tempat nyamuk hinggap.
Meskipun demikian, penemuan tersebut menunjukkan anda mungkin ingin mengambil tindakan pencegahan terhadap nyamuk saat minum alkohol.
7. Makanan
Kearifan rakyat mengatakan apa yang anda makan membuat anda menjadi makanan yang lebih lezat untuk nyamuk. Secara khusus, mengonsumsi makanan manis, asin, pedas, atau kaya akan kalium diyakini dapat menarik lebih banyak nyamuk.
Meskipun penelitian ini terbatas, ahli sains dari Universitas of Wisconsin mengidentifikasi satu makanan yang cocok dengan fenomena ini yaitu pisang. Penelitian yang dipublikasikan pada journal insects menemukan bahwa mengonsumsi pisang meningkatkan frekuensi kontak dengan nyamuk dan gigitan serangga.
8. Warna Pakaian
Nyamuk menggunakan mata mereka untuk menargetkan korban. Penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih tertarik pada permukaan berwarna hijau dan hitam dibandingkan dengan permukaan berwarna putih dan abu, ini menunjukkan bahwa mereka lebih mudah untuk melihat warna-warna gelap.
Nyamuk dapat melihat manusia dari jarak sekitar 16 hingga 49 kaki (5 sampai 15 meter), yang membuat mereka cukup mudah menemukan anda.
Jika anda cenderung mendapatkan gigitan serangga, itu mungkin karena nyamuk mudah melihat anda. Pilih warna pakaian yang lebih terang seperti pastel, krem atau putih.
Pencegahan
Gigitan nyamuk lebih dari sekedar mengganggu. Nyamuk adalah vektor yang merupakan organisme hidup yang dapat menularkan penyakit. Di United States, nyamuk menularkan virus West Nile, demam berdarah dan Zika yang merupakan beberapa contoh virus yang paling umum.
Anda dapat meminimalisir risiko gigitan nyamuk dengan mengurangi jumlah serangga di pekarangan rumah anda dan melindungi tubuh saat di luar ruangan. Berikut ini beberapa cara yang dapat diikuti:
Tutupi Tubuh Anda
Selain memilih warna pakaian yang lebih terang agar tidak menarik perhatian nyamuk, kenakan pakaian yang menutupi kulit sebanyak mungkin. Hal ini penting terutama jika anda berkebun, mendaki gunung, atau di area yang kemungkinan besar dihuni banyak serangga.
Meskipun nyamuk dapat menggigit anda melalui pakaian, anda akan mengurangi risiko tersebut jika anda menutupi lengan dan kaki dan membuat serangga menjadi lebih sulit untuk mengakses kulit terlebih lagi darah anda.
Jauhkan Nyamuk dari Pekarangan Anda
Nyamuk menyimpan telurnya pada genangan air. Untuk menurunkan populasi nyamuk di pekarangan anda, lakukan:
· Singkirkan barang-barang yang tidak anda butuhkan yang dapat menampung air hujan, seperti ban bekas.
· Kosongkan benda yang menampung air hujan setelah badai.
· Ganti air pada air mancur dan tempat mandi burung paling tidak satu kali dalam seminggu.
· Bersihkan talang pada atap untuk menjaga air tetap mengalir.
Cara anda menata halaman rumah anda juga membantu. Jaga agar rumput tetap pendek, dan tanam tanaman yang dapat mengusir serangga, seperti:
· Lavender
· Marigold
· Serai
· Catmint
· Rosemary
· Mint
· Sage
· Allium
Hindari Waktu Puncak Nyamuk Berkeliaran
Nyamuk paling aktif pada waktu petang dan subuh. Tentu, mereka dapat keluar di waktu apa pun sepanjang hari, tetapi hanya sebelum matahari terbenam dan sekitar matahari terbit, anda akan bertemu dengan serangga penghisap darah ini dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Jauhkan dari area yang dihuni nyamuk selama waktu tersebut.
Gunakan Obat Nyamuk
Obat nyamuk dapat menjadi cara yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk. Untuk memastikan produk aman digunakan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk memeriksa label persetujuan dari Environmental Protection Agency (EPA). CDC juga menganjurkan untuk memilih produk yang mengandung bahan berikut:
· DEET
· IR3535
· Pikaridin (KBR 3023)
Jika anda ingin menghindari penggunaan bahan kimia tersebut, berbagai minyak esensial (essential oil) juga dapat digunakan untuk mengusir nyamuk.
Para ahli menguji berapa lama 19 minyak esensial mengusir nyamuk. Hasilnya dipublikasikan pada Scientific Reports pada tahun 2023, menemukan beberapa minyak yang bekerja selama 30 hingga 100 menit.
Minyak esensial yang mengusir nyamuk selama 50-100 menit, termasuk:
· Minyak cengkeh
· Minyak kayu manis
· Minyak geraniol
Minyak esensial yang mengusir nyamuk selama 30-50 menit, termasuk:
· Minyak peppermint
· Minyak geranium
· Minyak serai
· Minyak bawang putih
· Minyak spearmint
· Minyak citronella
Kesimpulan
Nyamuk memang menganggap beberapa orang lebih menarik dari pada yang lain. Pakaian berwarna gelap, golongan darah, keringat, karbon dioksida, kehamilan, bakteri kulit, dan konsumsi bir adalah beberapa hal yang menurut para peneliti cenderung menarik nyamuk ke orang-orang tertentu.
Anda dapat mencegah gigitan nyamuk dengan masuk ke dalam rumah pada waktu puncak nyamuk berkeliaran, ambil langkah untuk mengusir nyamuk dari halaman rumah anda, mengenakan pakaian yang menutupi kulit, dan menggunakan obat nyamuk.